20 November 2020 | Dilihat: 93 Kali
MASA MUDA NURIANTO
noeh21
Dr. H. Nurianto RS.,SH.,MH.,MM
 

KISAH SUKSES TALITHA GROUP

Berbicara tentang Talitha Group tidak terlepas dari sosok Nurianto, pria kelahiran Kisaran, 30 Agustus 1959. Nurianto merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara, berasal dari keluarga yang terbilang berkecukupan dan terpandang.  Namun pada saat Nurianto muda berumur 19 tahun ayahnya meninggal dunia, sehingga sang ibu yang pada awalnya hanyalah seorang ibu rumah tangga harus berjuang seorang diri membesarkan ketujuh anaknya yang masih bersekolah.

Nurianto muda bertekad meringankan beban ibunya, sehingga ia memilih melanjutkan kuliah di Medan sehingga dekat dengan ibunya. Sembari kuliah Nurianto muda bekerja apa saja, dan di kota ini juga Nurianto menemukan jodohnya.

Setelah menyelesaikan pendidikannya Nurianto bekerja di salah satu perusahaan akuntan publik di Medan. Karena ketekunan dan kemampuannya Nurianto ditawari bekerja pada perusahaan Borsumij Wehry Indonesia (BWI) anak perusahaan dari Mantrust Group.

Dalam waktu yang singkat Nurianto telah menunjukkan prestasinya yang gemilang, karirnya semakin menanjak, oleh karena itu Nurianto dipercaya menjadi Direktur di beberapa anak perusahaan Mantrust Group.

 

KONDISI TERPURUK DAN DEPRESI

Disaat terjadinya resesi ekonomi dunia yang juga mempengaruhi perusahaan-perusahaan di bawah pimpinan Nurianto, maka ia memutuskan untuk mengambil pendidikan Hukum sehingga bisa menangani sendiri kasus-kasus hukum yang melibatkan perusahaan.

Momentum inilah yang menjadi awal Nurianto menggeluti pekerjaan sebagai Advokat dan juga menjadi langkah awalnya mendirikan perusahaan di Bidang Konsultasi Hukum di bawah bendera Talitha Associates.

Di tahun 1995 Nurianto juga mendirikan beberapa perusahaan di bidang industri pengalengan ikan dan makanan, industri minuman dan kecap, serta industri pertextilan. Perusahaan itu bernama PT. Pengambengan Raya, PT Pratama Jaya serta PT Manggurabe. Kesemua perusahaan tersebutlah yang nantinya menjadi cikal bakal berdirinya Talitha Group sebagai Holding Company.

Semakin tinggi pohon, semakin kencang juga angin menerpanya. Di awal tahun 2001 pada saat Pengusaha Muda Nurianto sedang berada di puncak karier, ia mengalami permasalahan besar dan dihadapkan pada pilihan karier atau kehancuran keluarganya.

Nurianto memutuskan untuk melepaskan kariernya, menata kembali rumah tangga dan keluarganya.

Keputusan tersebut bukanlah hal yang sangat mudah, ditambah lagi dengan beban tanggung jawab sebagai kepala keluarga dengan anak-anak yang saat itu sedang mengenyam pendidikan dibangku perguruan tinggi. 

Tidak hanya persoalan keluarga saja, perusahaan pengolahan makanan yang didirikannyapun terlibat permasalahan, dimana terjadi penggelapan keuangan perusahaan oleh orang yang dipercaya Nurianto untuk menjalankan perusahaan. Pada akhirnya, dia harus melepaskan PT. Pengambengan Raya.

BANGKITNYA TALITHA GROUP

Ditengah keterpurukan kehidupan dan perekonomiannya, Nurianto mendapatkan peluang sebagai distributor pupuk organik (POMI) di wilayah Riau, suatu bidang usaha yang benar-benar baru buatnya. Di tahun 2011, Nurianto mendirikan PT. Talitha Cahaya Riau Utami.

Dari sinilah bisnis dibawah naungan Talitha Group semakin berkembang.  Selain memegang distribusi pupuk organik di wilayah Riau, Nurianto dipercaya untuk memegang area distribusi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Pada tahun 2017, PT. Talitha Cahaya Riau Utami diakuisisi menjadi PT. Talitha Cahaya Mandiri dengan berkedudukan di Denpasar.

Keberhasilan distribusi POMI, menyebabkan banyak principle yang tertarik untuk bekerjasama, salah satunya adalah PT. Biosindo Mitrajaya dengan nama produk Bio-Trent.

Kejujuran, komitmen dan memegang apa yang telah diucapkan, menjadi prinsip yang selalu dipegang teguh dalam menjalin kerjasama dengan pihak manapun. Tahun 2018, didirikan anak perusahaan PT. Talitha Agro Mandiri yang memegang distribusi beberapa produk PT. Biosindo Mitrajaya.

Tidak hanya dari perusahaan swasta, Nurianto dengan membawa bendera Talitha Group dipercaya juga oleh perusahaan pupuk terbesar dan terlengkap di Indonesia milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT. Petrosida Gresik dan PT. Petrokimia Gresik.

Selain dari perusahaan pupuk, Talitha Group juga mendapatkan kepercayaan dari perusahaan asal Malaysia, Kingindo untuk mendistribusikan alat-alat pertanian. Mengingat wilayah distribusi yang semakin luas serta jangkauan pasar yang tidak hanya menyasar free market, namun juga menjawab tantangan dari program-program pemerintah dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, Talitha Group kembali mendirikan beberapa anak perusahaan di beberapa daerah, diantaranya: PT. Nusa Abadi Raya Talitha untuk wilayah distribusi Nusa Tenggara, PT. Java Tunggal Perkasa Talitha untuk wilayah distribusi Pulau Jawa, PT. Talitha Tudang Sipulang untuk wilayah distribusi Sulawesi, dan PT. Talitha Karya Mandiri Manunggal untuk wilayah Sumatera, semua anak perusahaan tersebut bergerak di bidang agro.

Selain itu, di bawah naungan Talitha Group berdiri perusahaan yang bergerak di bidang Jasa, yaitu: Talitha Production House dan Info Karya Talitha, di bidang sosial dengan nama yayasan Talitha, serta satu lagi anak perusahaan di bidang hokum dengan nama Talitha Law Firm. Talitha Group telah menunjukkan kiprahnya, khususnya dalam bidang agro.

Usaha, perjuangan dan kerja keras dibarengi dengan doa, keyakinan dan keteguhan Nurianto telah dapat membawa Talitha Group menjadi perusahaan yang mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sampai saat ini Talitha Group telah bekerjasama dengan Kodam IX/Udayana, Kodam VIII/Brawijaya, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat, Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar serta Organisasi Kemasyarakatan Pejuang Bravo Lima.

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur