01 Maret 2019 | Dilihat: 271 Kali
Sunarti Akhirnya Dihukum 5 bulan, Beda Tuntutan Jaksa.
noeh21
Vonis Sunarti yang kontradiktif
 

Pati, Projustisia News -  Pengadilan Negeri Pati , selasa 26 Februari 2019 memvonis  Sunarti binti Sabi warga desa margamulyo tayu pati dengan hukuman 5 bulan dan denda 1 juta karena yang telah menabrak seorang hingga meninggal.

Jaksa Penuntut Umum Eko Yulianto, SH menuntut terdakwa Sunarti  bersalah dan dipidana penjara selama 15 hari dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah tetap ditahan. barang bukti agar dikembalikan terdakwa, melanggar  Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
 
Sedangkan Ketua Majelis  Hakim Bertha Arry Wahyuni, SH. MKn dengan anggota : Agung Iriawan, SH., MH, anggota : Dyah Retno Yuliarti, SH, MH, berkeyakinan terdakwa layak mendapat ganjaran karena kelalaiannya menyebabkan orang meninggal, di vonis dengan hukuman 5 bulan dengan denda 1 juta rupiah.
 
Proses persidangan  yang berjalan hingga   8 kali ini,  dalam amar putusan Majelis Hakim menyatakan, terdakwa Sunarti, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana , karena kelalaiannya mengemudikan kendaraan bermotor menyebabkan kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan matinya orang lain menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu, dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan dan denda sebesar Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah), dengan ketentuan bahwa apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan dan menetapkan bahwa masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan danmembebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.2.500,- (duaribu limaratus rupiah).
 
Adapun pertimbangan hal-hal yang memberatkan majelis hakim adalah, Terdakwa berbelit-belit di persidangan, Terdakwa menciderai perasaan keluarga korban, dengan selalu menyangkal telah menabrak korban dan mengatakan kecelakaan tersebut adalah tabrak lari.
 
Terdakwa tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) C sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan yang lain, Terdakwa tidak menggunakan helm, Terdakwa mengendarai kendaraan yang tidak dilengkapi dengan plat nomor/tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), Kendaraan yang dikendarai terdakwa tidak tertib dalam membayar pajak habis tahun 2016, sedangkan hal yang meringankan relatif tidak ditemukan pada diri dan perbuatan terdawka, terkecuali bahwa terdakwa adalah seorang ibu yang memiliki anak masih kecil. (Hartaka//**)

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur