20 Juli 2022 | Dilihat: 326 Kali
DI DUGA OKNUM P3N LAKU KAN PUNGLI PENGURUSAN AKTA NIKAH.
noeh21
 

Projustisia news.com,  Oku raya - 
Diduga oknum P3N lakukan  Pungli pengurusan akta nikah berawal dari keluhan narasumber yang beralamat di Desa Lubuk Banjar, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Oku Provinsi Sumatera Selatan.

Narasumber yang tidak mau disebut namanya menyampaikan keluhannya kepada awak media bahwa selama ini di Desa Lubuk Banjar untuk mengurus biaya Persyaratan Nikah terlalu mahal mencapai Rp 2500.000  ( dua juta. lima ratus ribu rupiah)  dari (NA) sampai surat nikah bervariasi.

"Contohnya saja dulu keponakan saya Nika kurang lebih  Rp.  2500.000  biaya surat menyurat sampai selesai akat Nika," terangnya.

"Kmaren keponakan saya baru nikah habis Rp 2. 200.000 untuk biaya administrasi bayar P3N Rp 1500.000  (satu juta lima ratus ribu rupiah),"  katanya,  untuk setor ke penghulu kecamatan dan pusat terus uang jalan P3N Rp 1.500.0 00, itu harus ada terus untuk saksi-saksi dan lain lain totalnya Rp 2.200.000.

Masih menurut narasumber di Desa Lubuk Banjar ini bikin (NA) saja itu di patok Rp 200. 000 (dua ratus ribu rupiah) menurut pemerintah desa itu sudah ada aturannya namun waktu pengurusan itu diserahkan kepada Aan selaku P3N Desa Lubuk Banjar ini  naik 

Setelah menerima informasi dari masyarakat awak media langsung konfirmasi kepada Kapala KUA  ARMAN ASHRI  di kantor KUA Lubuk Raja, Rabu 20 Juli 2022. Kedatangan awak media di sambut baik  kepala KUA Lubuk Raja,  ARMAN ASHRI,

Setelah mendengar penjelasan dari awak media tentang keluhan masyarakat lubuk Banjar,  Kapala KUA langsung memanggil petugas P3N tersebut untuk di dengar penjelasannya.

"Menanggapi hal tersebut kepala KUA marah . "Saya selaku pimpinan di kantor ini sudah berulang kali menyampaikan jangan macam-macam ikuti aturan yang ada kan suda jelas aturan pemerintah jam kerja orang Nikad gratis luar jam kerja Rp. 600.000 ( enam ratus ribu rupiah), "tegasnya.

 "Dan juga kalau ada masalah yang di lakukan di desa jangan bawa-bawa nama KUA,  saya pribadi tidak membenarkan ada nya pungutan di luar aturan pemerintah," timpalnya. 

Selanjutnya petugas P3N yang sering di panggil pak Aan tersebut menjelaskan kepada awak media memang benar untuk pengurusan orang mau nikad di Desa Lubuk Banjar itu saya minta Rp 1.500.000 (Satu juta lima ratus ribu rupiah) padahal  sudah ada aturan nya di desa kami seperti pembuatan (NA) itu Rp 200. 000 ( dua ratus ribu rupiah), untuk saksi-saksi dan khususnya uang jalan saya itu saya minta 250. 000  (dua ratus ribu rupiah), "dalihnya.

Mengingat  maraknya pungutan biaya nikad melampaui batas yang di tentukan pemerintah maka dengan ini masyarakat lubuk Banjar kecamatan lubuk raja kabupaten Oku provinsi sumatera Selatan berharap pihak yang berwajib atau pihak penegak hukum mengusut pemerasan ini. 

"Untuk mengusut para pelaku yang suka membodohi dan meneras masyarakat.
Jika di biarkan bagaimana nasib masyarakat yang kurang mampu kalau segala urusan harus bayar mahal dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang di terapkan pemerintah republik Indonesia.

Sampai berita ini Redaksi pusat media ini  ditanyakan penemuaan ini akan dibuat Laporan kejaksaan (feri)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger,
Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur - INDONESIA
Telp :  021- 836.83.83
Hotline  : 021- 0812 -1853-3128
Email: Binzar67@ g.mail.com