27 Oktober 2020 | Dilihat: 97 Kali
Kementerian LHK Tidak Ada Tindakan Konsisten, Kembali Terjadi Galian C Ilegal di Tanah PT. Bostinco, Cileungsi Bogor
noeh21
 

Cileungsi, Kabupaten Bogor ProjustisiaNews.com - Penjualan tanah galuan di lahan milik PT. Bostinco terus berlangsung, tepatnya lahan yang terletak di belakang SMP Negeri 1 Cileungsi, Bogor.

Pemantauan wartawan PeojustisiaNews.com terlihat alat berat dan truk-truk keluar masuk area tersebut, dan truk-truk tronton membawa tanah yang ditutupi terpal keluar lewat jalan tepat di samping pagar sekolah. 

Camat Cileungsi Zaenal Ashari, S.Sos,MM. untuk dikonfirmasi masalah ini belum berhasil ditemui, demikian juga Kepala Seksi Pamong Praja Kecamatan Cileungsi Suryadi tidak merespon WhatApps dari wartawan.

Kejadian ini berlangsung kembali setelah penutupan paksa lahan oleh Kementeeian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekitar setahun yang lalu, tepatnya pada Rabu, 6/11/2019 sebagaimana yang dikutip dari Radar Bogor.

Kegiatan penggalian Galian C berupa penambangan tanah tanpa izin ini setidaknya dilakukan kembali sejak 2 bulan terakhir ini, selain merusak lingkungan juga mengancam robohnya bangunan SMP Negeri 1 Cileungsi di depannya.

Menurut Mantan Pengawas PTP XI yang berada disekitar lokasi bernama Rusdi: "Truk tronton yang keluar membawa tanah bisa 15 truk tronton dari pagi sampai jelang siang, lebih-lebih malam hari". Diperkirakan dalam satu hari bisa 50 - 100 truk tronton yang keluar membawah tanah galian.

Staf PT. Bostinco Heru yang dihubungi wartawan mengatakan: "Masalah tanah sudah diserahkan semua ke Oppung dan silahkan koordinasikan dengan Eko". Tanpa mau menyebutkan siapa Oppung dan Eko itu.

Diduga kegiatan tambang Galian C ilegal ini dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif, karena tidak ada tindakan apapun di lokasi, padahal terlihat jelas masuk keluar puluhan truk tronton.

Ketika wartawan menanyakan apa galian sudah ada ijinnya, seorang pengatur truk tronton di lapangan yang tidak bersedia disebutkan namanya hanya mengatakan: "Ada orang PT. Bostinco, Dede atau Juli di lapangan".

Mengutip pernyataan Direktur PPH Ditjen Gakkum Kementerian LHK Sustyo Iriyono pada Detik.com, Rabu (6/11/2019) yang menyatakan: "Kami akan terus meningkatkan upaya pemantauan aktivitas penggalian tanah yang dilakukan tanpa izin karena tidak sesuai dengan peruntukannya dan merusak lingkungan serta akan mengungkap jaringan hingga ke akarnya,” seperti hanya menjadi slogan tanpa tindak lanjut yang konsisten. (Boh)

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur