01 September 2020 | Dilihat: 3991 Kali
Kepala Desa Selawangi Diduga Menjual Tanah Milik Orang Lain, Hasil Digunakan Saat Pilkades*
noeh21
Lokasi tanah yang diduga telah dijual Juhendi alias Kopral. (Boh)
 

Kabupaten Bogor, PRO JUSTISIA NEWS.COM • Seorang Kepala Desa di Kecamatan Tanjungsari bernama Juhendi Ahmad Zulfikar alias Kopral diduga telah melakukan penjualan tanah milik orang lain saat pencalonan dirinya pada Pilkades Kabupatem Bogor

Ketika dikonfrontir ke rumahnya Juhendi mengatakan : “bahwa saya mempunyai dasar sebagai pengawas lapangan yang menguasai HGU tanah tersebut”. Namun ketika ditanyakan bahwa yang beliau jual adalah tanah milik orang lain, Juhendi mengatakan: "akan bertanggungjawab".

Masalah ini terungkap ketika pemilik tanah bernama Endang Rijatun mendapatkan tanah miliknya seluas 4.800 m2 yang dibeli dari tanah adat yang terletak di Blok Nagrog Cipicung RT. 004 RW. 04 Desa Selawangi Kec. Tanjungsari Kabupaten Bogor dari salah satu warga setempat dengan menggunakan Akta Jual Beli (AJB) di hadapan Notaris pada tanggal 29 Mei 2006, telah dipergunakan orang lain bahkan telah ada satu bangunan di atasnya. 

Saat itu Endang akan memanfaat tanah tersebut untuk penamaman berbagai bibit tanaman. Dari penelusuran kepada orang yang menjual kepada Endang, bernama Amin Kuswara diketahui bahwa tanah tersebut telah dijual oleh Juhendi alias Kopral. Amin menuturkan: “Bapak Juhendi pernah menghubungi saya dan menanyakan pemilik tanah itu dan saya sudah sampaikan bahwa tanah tersebut milik orang Jakarta”.

Lebih mengherankan lagi Juhendi saat itu belum menjadi Kepala Desa menjual tanah Endang menggunakan Surat Tanda Bukti Garapan (HGU) yang letak fisik tanahnya dengan tanah yang menjadi alasnya, yaitu di Blok Citalahab Desa Sukarasa Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor yang luasnya 5.000 m2 , yang secara sadar telah diketahui yang bersangkutan sebelum dijual kepada orang lain, namun Juhendi tetap melakukan transaksi jual belinya. 

Dari berbagai informasi yang diperoleh, diketahui praktek jual beli tanah yang dianggap tanah garapan sering digunakan menjadi alasan oleh Juhendi untuk diperjualbelikan, memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat.

Salah seorang warga di desa yang tidak mau disebut namanya, menyatakan dengan penuh keprihatinan: “sangat disayangkan praktek seperti ini dilakukan oleh orang yang saat ini menjadi kepala desa”. Lebih lanjut sambil berharap : “agar ada tindakan tegas dari yang terkait termasuk dari Bupati bila perlu Presiden”.

Atas kejadian ini penerima kuasa dari pemilik tanah, sudah melakukan berbagai upaya untuk mencari penyelesaian dengan Juhendi secara kekeluargaan, namun seperti angin lalu saja bahkan mempersilahkan untuk menempuh jalur hukum. Untuk mendapatkan kepastian hukum. Kuasa dari pemilik yaitu Silaen telah melaporkan masalah ini ke Kepolisian Resort Kabupaten Bogor dengan LP No./B/152/III/2020/JBR/RES BGR. Sampai saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan, dan hal ini oleh Silaen juga telah disampaikan secara tertulis kepada Bupati Kabupaten Bogor, Camat Tanjungsari dan BPD Desa Selawangi.

“Harus ada kepastian hukum bagi masyarakat yang memperjuangkan haknya dan tindakan tegas kurungan penjara atau pencopotan sebagai kepala desa kepada siapa saja yang melakukan tindakan pidana” tegas Silaen. (Ags)

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur