21 Maret 2019 | Dilihat: 832 Kali
Polisi Gadungan Gondol Ratusan Juta Rupiah, Ketum PWOIN: Hati2 & Waspada
noeh21
 

Bandung, Projustisia News - SL (korban) penipuan mengutarakan, bahwa dirinya baru setahun lalu berkenalan dengan SF (Polisi Gadungan). Tetapi entah kenapa, SL bisa luluh sehingga bisa tertipu ratusan juta rupiah dalam waktu 3 bulan oleh SF yang mengaku sebagai anggota Polisi berpangkat AKP no register 85092035, yang konon katanya dia dinas di Polda Bengkulu. Tentunya rasa ngenes dan dongkol atas perlakuan laki-laki yang mengaku sebagai anggota Kepolisian berpangkat AKP itu.  

Diketahui, pelaku SF mempunyai 2 (dua) data kependudukan KTP dengan NIK: 3174041809850012, domisili : Jl. Kesatrian Polantas RT-003/RW-002 Pejaten Barat Pasar Minggu Jakarta Selatan. 

Kekecewaan atas perilaku SF, yang dianggap melecehkan dan meremehkan dirinya, lantas kemudian SL yang merupakan warga Kabupaten Bandung, melaporkan tindakan SF yang sudah dianggap melakukan penipuan dan penggelapan ke Polres Bandung di Soreang.

Laporan SL dan RY (korban), diterima oleh anggota Polres Unit Reskrim 

Modus Penipuan Polisi Gadungan SF ini menurut pemaparan SL (24) sangat mengagetkan dia, karena SL seolah-olah merasa terhipnotis dengan semua obrolan dan permintaan SF, selain dirinya yang menjadi korban, SL juga menceritakan banyak korban yang berhasil dikelabui SF, diantaranya: RY, yang juga turut melaporkan pengaduan ini, selain RC, JK, UC, NUR, awak GRAB dan ada yang lainnya, termasuk saudaranya serta keluarga besan orang tuanya pun ikut menjadi korban.

Kisaran nilai kerugian uang yang berhasil digondol SF kurang lebih sampai 400 jutaan. 

Pelaku (SF) biasanya meminta korbannya untuk mentransfer atau langsung meminta uang tunai pada saat melancarkan modus operandinya.

Pelaku (SF) mengaku berbisnis jual beli unit mobil lelangan. Pelaku juga tak segan-segan mengaku bisa mendapatkan unit kendaraan baru dengan harga sangat miring.

Modus operandi ini meninggalkan bukti dengan adanya beberapa bukti transaksi, baik secara tunai melalui kuitansi ataupun bukti slip setoran elektonik melalui transfer.

SF melancarkan modusnya hanya dalam waktu 3 bulan dari perkenalan dia dengan SL. 
SL dan RY melaporkan kepada Polres, berharap pelaku penipuan (SF) ini segera bisa ditangkap untuk mempertanggungjawabkan tindak kriminalnya. 

SL pun berharap, kejadian yang menimpa dirinya tidak terjadi kepada masyarakat lain, jika SF masih belum tertangkap. 

Petugas Polres yang menerima Lapdu kasus ini, memberikan tips kepada SL dan untuk masyarakat luas jika menghadapi kasus serupa dengan pengaduan SL supaya aman dan tidak menjadi korban penipuan.

" Pertama, Tanyakan terlebih dahulu NRP (Nomor Regristrasi Pokok), tiap anggota Polisi, pasti sangat hafal dengan NRP-nya. Bila yang bersangkutan kikuk menjawabnya maka kemungkinan orang itu adalah Polisi gadungan. 
Sebagai catatan, harus diketahui masyarakat luas bahwa NRP ini terdiri atas 8 digit angka. Angka paling depan merupakan tahun kelahiran anggota Polri. Jadi, semisal pelaku lahir di tahun 1975 tapi menyebut NRP diawali dengan angka 80, maka jelas yang bersangkutan itu adalah Polisi gadungan. Sebab, dia harusnya mengawali nomor NRP nya dengan angka 75. Sedangkan dua digit berikutnya adalah bulan kelahiran, sedangkan empat digit terakhir nomor urut buku".

" Kedua, mintailah orang itu untuk memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA), sebab, setiap anggota Polri dan TNI selalu memiliki KTA yang menyebutkan NRP, pangkat, jabatan serta tempat tugas.

Coba tanyakan kepada pelaku, di mana ia memperoleh pendidikan pertamanya dan tahun berapa menjalani pendidikan. Konfirmasikan identitas pelaku ke Kesatuannya (Polres, Polda atau Mabes Polri), bila perlu ke fungsi tempat ia bertugas.

" Ketiga, suruh pelaku menyebut nama atasannya lengkap dengan nomor handphonenya. Bila ia tak mampu menyebut nama atasannya dengan berbagai alasan, maka sudah jelas, bahwa orang tersebut adalah Polisi Gadungan".

Petugas Polres telah menerima Lapdu kasus ini, dengan Nomor Surat Tanda Penerimaan Pelaporan / Pengaduan, Nomor: LP / B.125 / III / 2019 / JBR Res Bdg. 
Atas aduan laporan perkara : Penipuan dan atau Penggelapan berkenaan dengan pelanggaran Pasal 378 atau 372 Jo, 379 A KUHP.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum PWOIN (Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara) Feri Rusdiono, yang mengawal kasus atas aduan masyarakat dimaksud, seperti realise JayantaraNews.com menuturkan. " Atas perbuatannya, sebagaimana dilaporkan (LP) ke Polres Kabupaten  Bandung, SF diduga melanggar Pasal 378 dan atau 372 juncto 379 A KUHP, tentang Penipuan dan atau Penggelapan juncto Menjadikan Kebiasaan". 

" Untuk itu, lanjut Feri, diimbau kepada masyarakat luas, agar hati-hati dan tetap waspada, atas segala bentuk operandi yang mengatasnamakan institusi," tutupnya. (Ceppy/ JN)

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur