30 Oktober 2020 | Dilihat: 204 Kali
Tulisan "Bodok" Muncul Pada Koreksi Surat Bupati Alor Terkait Penyelesaian Aset Tanah TNI Polri
noeh21
 

PROJUSTISIA NEWS. com -Kupang,- Berdasarkan data yang diperoleh wartawan terkait dengan surat  Bupati Alor nomor BU.100/72/IX/2020, perihal laporan penyelesaian aset tanah TNI dan Polri lokasi Polres Alor, setelah dikoreksi oleh Kasi Log Korem 161/Wirasakti muncul tulisan tangan "Bodok"  bahkan  surat tersebut telah diparaf sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor Propinsi Nusa Tenggara Timur, Drs Soni O. Alelang.  

Siapakah yang menulis tulisan "bodok" tersebut, Hingga saat ini masih menjadi pertanyaan dan misteri...? 

Apakah surat tersebut ada kaitannya dengan Bupati Alor Amon Djobo dilaporkan ke Polda NTT dengan nomor LP/ B/ 423/X/RES. 1.24/2020/ SPKT, tertanggal 19 Oktober 2020, terkait dugaan melakukan penghinaan dan ancaman terhadap Kasi Log Korem 161 Kupang, Kolonel CPI. Imanuel Yoram Dionisius Adoe.

Sementara Berdasarkan data rekaman pembicaraan dengan salah satu peserta rapat mengatakan Bupati Alor pada saat itu  belum tanda tangan surat hasil rapat tersebut, sehingga  dibawah ke hotel untuk dikoreksi oleh kasi log Korem 161 Wiraskati.

"Jadi sebenarnya  Bupati Alor belum tanda tangan. Kalau bupati sudah tanda tangan tidak akan  mungkin lagi kasi log dikasih untuk koreksi. dan Kelihatan hasil koreksi kasi loq di coret dan dikatakan bodok," yang nampak pada dokumen tersebut.

Kasus dugaan penghinaan dan pengancaman  terhadap Kolonel CPI. Imanuel Yoram Dionisius Adoe Oleh Bupati Alor menjadi masalah serius bagi TNI AD,  Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kurnia Dewantara, saat diwawancarai wartawan di ruang VIP Bandara Eltari Kupang, Kamis  29 Oktober 2020, pukul07.00 wita, menyayangkan tindakan dugaan penghinaan oleh  Bupati Alor terhadap Kasi Log Korem 161 Wirasakti Kolonel, CPI. Imanuel Yoram Dionisius Adoe.  

Bahkan Pangdam IX/Udayana mendorong persoalan ini diselesaikan secara hukum, serta meminta Polda NTT untuk segera  menuntaskan persoalan ini. 

"Jadi saat ini Kodam IX Udayana sudah menyerahkan masalah ini secara hukum dan dalam proses di Polda Nusa Tenggara Timur. Saya juga mendapat laporan bahwa beberapa saksi juga sudah diperiksa dari pihak Korem 161. Saya mendorong kepada Polda untuk bisa menyelesaikan permasalahan hukum ini dengan sebaik-baiknya, karena saya yakin polda akan segera menuntaskan masalah ini,"tuturnya.(*tim)

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur