22 Februari 2019 | Dilihat: 112 Kali
Bupati Pati Serahkan Sertifikat PTSL
noeh21
 


Pati, Projustisianews- Sebanyak 750 sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018 telah dibagikan di Balai Desa Kedungwinong Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, Kamis (21/2).

Pembagian sertifikat ini merupakan yang ketujuh kalinya usai pembagian di Kecamatan Cluwak, Pucakwangi, dan Tlogowungu, Batangan, dan  Kayen.

PTSL 2018 yang merupakan program pendaftaran tanah untuk pertama kali dilakukan secara serentak bagi semua pendaftaran tanah di seluruh wilayah RI untuk wilayah desa dan kelurahan maupun yang setingkat.

Namun ada yang unik di pembagian PTSL 2018 Desa Kedungwinong ini. Kepala desa Kedungwinong Sriyatun mengungkapkan bahwa besaran biaya yang dikenakan bagi masyarakat penerima program hanya sebesar Rp 113.000.

“Iya benar, biaya yang dikeluarkan hanya sebesar 113 ribu rupiah. Dari biaya tersebut, hanya kita gunakan untuk membeli patok batas, materai serta biaya untuk pemberkasan”, ungkapnya usai penyerahan sertifikat di Balai Desa.

Dikesempatan ini Sriyatun menerangkan kepada awak media bahwa dari 750 penerima program PTSL 2018,ada sekitar 23 diantara yang terkena PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).” Dia pun merasa peduli kepada 23 warganya tersebut, kemudian pihaknya memberikan blangko sehingga mereka dapat mengurus sertifikat secara gratis.

Hal ini terasa paling murah dalam mengurus sertifikat PTSL 2018, Sriyatun pun mengaku tidak khawatir akan mendapat protes maupun cibiran dari desa lain yang biayanya jauh di atas.

“Ya kita kan punya rumah tangga sendiri – sendiri, dalam mengurus pemerintahan terlebih didesa Kedungwinong mempunyai prinsip meringankan beban warga masyarakat Dan alhamdulillah, di tahun 2019 ini kita akan mendapat jatah program PTSL sebanyak 2.000 bidang, dengan biaya yang sama yakni 113 ribu”, tegas Sriyatun

Untuk Terkait biaya pengurusan sertifikat yang sangat murah ini, Bupati Pati Haryanto mengapresiasi langkah yang ditempuh Pemdes Kedungwinong.” Dia menyebut bahwa biaya mengurus sertifikat dengan biaya 113 ribu itu patut dicontoh oleh desa – desa yang lain.

“Inilah terbaik suatu program yang jelas, malah agar bisa dicontoh oleh desa maupun daerah yang lain. Sebab, tiap desa itu kan punya aturan maupun kebijakan sendiri yang mana tujuannya untuk meringankan warga masyarakatnya”, jelasnya sriyatun usai menyerahkan sertifikat kepada warga.

Tentang Terkait regulasi pembiayaan program PTSL 2018 ini, Bupati menyebut bahwa dari pemerintah kabupaten memang tidak ada regulasi yang mengaturnya. Sebab regulasi tersebut adalah dari Gubernur Provinsi Jawa Tengah melalui surat edaran yang dikirimkan kepada tiap daerah se – Jawa Tengah.

“Program PTSL ini biayanya ditanggung pemerintah pusat sehingga tidak ada biaya di BPN dan diberikan secara gratis kepada warga masyarakat. Namun untuk tahap pra-permohonan diperlukan biaya pada tingkat kelurahan dan desa berupa biaya materai dan biaya patok”, (Tim/**)k

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur