20 Maret 2019 | Dilihat: 279 Kali
Aktivis Pemuda Anti Korupsi Datangi Kejari Bangka Tengah Karena Hal Ini
noeh21
Press Conference
 

Koba, Projustisia News - Selasa (19/3/2019) Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Tengah (Bateng) ramai didatangi sejumlah aktivis anti korupsi yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Anti Korupsi dan Gratifikasi Indonesia Kabupaten Bangka Tengah.

Dikatakan, Choiri bahwa memang kami sengaja datang ke Kejaksaan Negeri Bateng untuk mempertanyakan sudah sejauh mana, perkembangan proses hukum dimana saat itu  Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bateng dijabat Ali Imron.

"Kami memang mengajak belasan orang untuk melakukan audiensi dengan pihak Kejari," ungkap Choiri yang lulusan sarjana hukum STIH Pertiba ini, Selasa (19/3/2019).

Ditambahkan, Koordinator aksi Abi bahwa kita akan kawal sampai tuntas kasus ini hingga selesai. Selain itu kita juga akan mengawal berbagai kasus-kasus korupsi lainnya yang berindikasi merugikan keuangan negara atau pemerintah.

"Kami akan segera mendatangi BPKP Babel mempertanyakan terkait alasan yang dikemukan pihak Kejari Bateng sehingga kasus ini terkesan berhenti ditengah jalan," tegasnya.

Pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Tengah, saat masih menunggu pengumpulan bukti-bukti lainnya dari BPKP Babel terkait penyidikan terhadap perkembangan kasus dugaan korupsi pada, proyek pembangunan taman keanekaragaman hayati (kahati) yang berada di kawasan hutan kayu Pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

"Kami tegaskan, jika dalam waktu tertentu belum ada perkembangan proses ini, maka kami akan datang lagi ke Kejari Bateng untuk mempertanyakan kasus ini sudah sejauh mana, dengan jumlah masa yang lebih banyak," tegas Abi yang dikenal vokal ini.

Dimana, Kasi Pidsus Kejari Bateng Izhar menyebutkan bahwa penyelidikan dan penyidikan dalam hal ini tidak bisa terlepas dari beberapa faktor seperti penerimaan saksi, pengumpulan bukti serta surat menyurat sebagai proses untuk penyelesaian permasalahan tipikor yang dilakukan oleh Ali Imron.

Ali Imron memang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 15 November 2018 lalu, namun hingga saat ini penahanan oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah belum bisa dilakukan karena masih ada beberapa faktor yang belum terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Pidsus Kejari Bangka Tengah Izhar  yang didampingi oleh Kasi Pidum, Agustono, Kasi Pengelolaan BB dan BR dan Kasi Intel, Fauzan di Aula Kejari Bangka Tengah. Selasa, (19/3/2019).

Diketahui sebelumnya bahwa berdasarkan data yang didapat proyek ini pada tahun 2016 yang lalu. Pembangunan taman Kahati itu sendiri adalah proyek pembuatan taman dan penambahan sejumlah fasilitas seperti camping ground dengan jumlah nilai kontrak proyek sebesar Rp 1,48 miliar dari dana DAK. (Fer/**)

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur