28 Februari 2019 | Dilihat: 222 Kali
Diduga Ketimpangan Program Revitalisasi Kakao
noeh21
Demo Kolaka Utara
 

Kolaka Utara, Projustisia News -Setelah beberapa kali Program Revitalisasi Kakao menjadi tranding topik dalam sebuah acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh aliansi pemuda dan mahasiswa beberapa waktu lalukini program unggulan Pemda Kolut tersebut harus dihujam kritikan.

Dari gabungan organisasi masyarakat pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Suara Patowanua (Gerakan Sapu) dipusatkan di depan gedung DPRD Kabupaten kolaka utara sekira pukul 11.00 wita, kamis (28/02/2019).

Aksi Gerakan Sapu yang melibatkan beberapa organisasi seperti, KPK INTIM, LPPMI, LBH PATOWANUA, KOMUNITAS KOLUT WACH, POSPERA, LASKAR MERAH PUTIH dan LINGKAR PEMUDA DAN MAHASISWA menuntut hal-hal sebagai berikut :

•    mendesak dan meminta DPRD segera membentuk PANSUS untuk menelusuri Program Revitalisasi Kakao beserta Program penunjangnya (kontak babi),

•    Mendesak dan meminta penegak hukum melakukan pengawasan intens pada program yang dimaksud,

•    Mendesak Bupati Kolaka utara segera mencopot KADIS Tanaman Pangan dan Hortikultura dan mencopot,

•    Mendesak penegak hukum untuk memanggil dan melakukan penyelidikan terhadap seluruh kontraktor terkait.

Urgensi tersebut merupakan representasi dari kompleksnya persoalan-persoalan yang dialami oleh masyarakat terkait pelaksanaan program revitalisasi kakao yang melibatkan banyak pihak, sebagaimana diungkap dalam orasinya.

 “ Sudah setahun program ini berjalan dengan persoalan yang sudah kompleks tetapi belum mendapat reaksi yang serius dari dewan-dewan terhormat. Ini adalah program yang sangat vital seharusnya mendapat atensi dari dewan sebagai fungsi pengawasan” tutur Ahmad Akbar selaku kordinator mimbar.


Selain itu, Wais Alkarnis selaku kordinator aksi juga menuturkan “ Kami mendukung Program ini karena ini merupakan untuk Kesejahteraan Masyarakat Kolaka Utara, namun lagi lagi kita butuh Transparansi dari Program ini, Kalau pun tidak ada transparansi mendingan Pak Bupati Copot saja Kadis dan kabidnya, dan buat Penegak Hukum segere memanggil dan memeriksa Para Kontraktor program tersebut”

Buhari Djumas dari Fraksi Demokrat sebagai representasi DPRD kabupaten Kolaka Utara menyambut hangat aspirasi tersebut, “yang jelas kami dari DPRD berterima kasih kepada semua peserta aksi, dan kami juga tidak akan mentolerir hal-hal yang dapat mencederai program pemerintah karna kami punya sikap yang sama untuk menuju masyarakat kolaka utara yang madani”, ungkapnya.

Namun aksi yang digelar pada hari ini belum menuai titik final disebabkan ketua DPRD dan Kadis terkait tidak ditempat, sehingga akan dilanjutkan pada hari senin (04/03/2019) mendatang. (Weis/Tim)

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur