25 Maret 2019 | Dilihat: 317 Kali
ARMADA LAUT POROS SAMUDERA INDONESIA BELUM OPTIMAL TERMAMFAATKAN 
noeh21
 

Penulis : Murham. SE
Pelaut

Apa yang kita ketahui tentang olah gerak angkutan di samudera raya yang sudah sejak awal dilaksanakan oleh pelaut tradisi di Nusantara , yang mana pada saat itu, perdagangan antar wilayah yang mempergunakan jasa perahu layar yang memuat berbagai jenis hasil bumi , hewan piaraan, hingga penumpang terbilang sudah berjalan apa yang namanya  prinsip-prinsip 'ship follow the trade ". 

Antar daerah maupun antar negara , di masa silam.

Berbuah dari sejarah angkutan muatan antar wilayah melalui poros samudera menjadi fakta bahwa wilayah perairan yang terbentang itu, membawa dampak positif untuk mempersatukan wilayah perairan yang mengelilingi pulau - pulau di Nusantara yang bertaburan dan berjumlah kurang lebih dan genapnya hampir 18000 ribu pulau juga  sudah termasuk 5 pulau besar di Nusantara saat ini.

Menurut berbagai sumber referensi bahwa melalui peran dan fungsi masyarakat tradisi di jaman itu, sangat diyakini sebagai cikal bakal nya moyang kita Gajah Mada dengan suaranya yang membentang melalui sumpah PALAPA mampu menyatukan wilayah perairan di kawasan Asia Tenggara sebagai milik kerajaan dibawah pimpinan Gajah Mada pada saat itu, walaupun belum ada ikatan secara termaktub tetapi perairan itu, sudah di kuasai oleh manusia pelaut dari daratan nusantara. Dan bahkan moyang kita sudah mengarungi samudera antar dunia.

Menurut analisis pengarang....dengan ramainya pelaut tradisi dari nusantara yang merambah ke wilayah perairan di kawasan Asean dan perairan yang menuju ke daratan Australia hingga ke New Zealand merupakan alur kapal tradisi yang berasal dari wilayah nusantara.Pada saat itu.

Dengan demikian , pengarang bisa menarik pendapat bahwa khusus daratan dan perairan samudera di Asia Tenggara adalah betul bahwa dulunya sebagai kuasa dari bangsa yang mendiami wilayah nusantara .

Terbukti bahwa wilayah yang paling besar luas daratan dan wilayah perairan nya adalah NKRI yang dulunya memang telah menguasai wilayah yang ada di Asia - Tenggara.  

Seperti jangkauan moyang kita dalam bersumpah melalui pakta integritasnya yang dikenal SEBAGAI SUMPAH PALAPA.

Disaat bangsa Indonesia mulai mengatur wilayah NKRI pada saat itu, bahwa Muangthai dan Malaysia dulunya menurut sejarahnya adalah masih wilayah NKRI dimasa itu.

Tetapi karena pertaruhan sengketa wilayah sehingga beberapa wilayah NKRI harus lepas , dan kini tinggal yang sudah kita  ketahui adalah 35 provinsi yang berada didalam wilayah bingkai NKRI.

Cerita yang pengarang tulis itu, berdasar kan pengamatan yang melalui referensi bacaan tentang wilayah samudera di NKRI yang dilalui oleh pelaut tradisi untuk berniaga di jaman itu.

Karena itu, bisa dikatakan bahwa luasnya NKRI di kawasan Asia Tenggara memberi referensi bahwa dulu wilayah NKRI hampir mencakup semua wilayah yang ada di Asia Tenggara.

Begitu berpengaruh nya moyang kita disaat itu,  karena dengan jiwa samuderanya yang mengarungi poros samudera dengan angkutan perahu layar memberi keuntungan yang amat besar karena berhasil menguasai wilayah daratan dan lautan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Dan urutan ke 15 di dunia yang terluas area daratannya dan nomor ke dua yang memiliki luas samudera dari semua negara yang ada didunia hingga pada saat ini.

Jadi apabila pada saat ini, bangsa Indonesia belum optimal menjalankan niaga angkutan lautnya , bisa jadi adalah menurunnya jiwa bahari bangsa Indonesia yang melepaskan ingatan kejayaan moyang kita yang sejak itu, melanglang buana berniaga dengan perahu layar tradisi yang  bukan hanya mengurusi dagangan nya tetapi jiwa bahari yang amat gagah berani sehingga hampir semua kawasan di Asia-Tenggara dimilikinya dan mewariskan kepada generasinya dengan wilayah yang berjumlah kurang lebih 18000 pulau , meskipun hanya sedikit yang lepas dari pangkuan Ibu Pertiwi .

Oleh karena itu , bahwa angkutan samudera yang pengarang tulis ini, terhadap persaingan di dunia angkutan laut yang di laksanakan oleh pihak swasta dan pemerintah...di NKRI hampir di bilang menuju padam kejayaannya.

Fakta itu, sejumlah perusahaan pelayaran domestik di NKRI , seperti PPSS , Trikora, Gesuri Lloyd , Meratus, Mahakam Shipping, Pelni, Karana Line , Djakarta Lloyd, dllnya kita sudah tidak melihat lagi seperti apa laju peningkatannya diera persaingan operator angkutan samudera hingga pada saat ini.

Dimana angkutan samudera dalam negeri sudah banyak yang tidak aktif karena berbagai faktor , bahkan yang di biayai oleh pemerintah NKRI hampir dinyatakan asal bertahan diera yang ramai persaingan pada saat ini.

Menurut pengarang......lemahnya pengusaha dalam negeri yang bergerak pada angkutan samudera   , apakah di level domestik, maupun ocean going shipping karena industri manufaktur di dalam negeri belum merata sehingga volume angkutan di daerah yang sudah ramai industri fabrikasinya bisa di sebut sudah hidup menggerakkan  angkutan yang ada di darat kemudian membawa ke pelabuhan laut untuk kemudian di berangkat kan ke daerah maupun yang akan di eksport ke luar negeri karena tersuply volume muatan yang ditunjang oleh permintaan pasar baik dalam negeri maupun dari demand dari luar negeri.

Meskipun pada saat di NKRI sudah banyak pelabuhan laut dan pergudangan yang di bangun oleh pemerintah....hanya angkutan penumpang yang terlihat ramai.

Sementara untuk muatan hasil bumi antar daerah yang di kirim melalui laut belum bisa menyaingi , volume muatan industri yang di produksi di pabrik di daerah tertentu di NKRI. 

Sementara daerah  yang belum potensial  untuk berproduksi di wilayah tertentu di NKRI bisa disebut volume muatan dan marketnya belum optimal sehingga angkutan laut didaerah itu, sepi.

Karena luasnya wilayah NKRI, juga bisa mempengaruhi usaha jasa angkutan laut untuk domestik , terutama pengadaan armadanya yang mahal sehingga pengusaha asing di beri izin untuk beroperasi di NKRI.

Disamping dari pada itu, industri fabrikasi belum merata berjalan dengan baik di RI.

PERMASALAHANNYA, MUATAN BELUM MERATA VOLUMENYA KRN JARINGAN MARKET BELUM OPTIMAL JUGA JUMLAH ARMADA SAMUDERA YANG DIMILIKI OLEH PENGUSAHA LOKAL MASIH TERBATAS, SEHINGGA LEBIH MENGUNTUNGKAN APABILA MENGAGENI ARMADA PELAYARAN YANG DI OWNER OLEH PIHAK ASING.

Murhan. R.SE. adalah ALUMNI AMI-STIMAR, PULO-MAS, DJAKARTA, NKRI, JURUSAN KETATALAKSANAAN PELAYARAN NIAGA DAN SEA PORT.

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur