14 Januari 2021 | Dilihat: 60 Kali
SDN Nyalindung Cileungsi Bangga Menjadi Sekolah Percontohan SPMI Di Kabupaten Bogor.
noeh21
Kepsek N. Tintin Rondasih, M.Pd
 

Kabupaten Bogor, Projustisianews.com -  Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nyalindung, N.Tintin Rondasih, MPd merasa bangga atas terpilihnya SDN Nyalindung salah satu sekolah dari 15 SDN ditambah 4 SMP yang mewakili Kabupaten Bogor dalam penerapan Sistim  Pembelajaran Mutu Internal (SPMI) yang bertaraf nasional di Kabupaten Bogor.

SPMI merupakan sistim pendidikan yang teruji bertaraf nasional yang dipercayakan kepada Lembaga Penguji Mutu Pendidikan (LPMP) yang sudah diakui dunia pendidik dan mendapat
rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan juga Kementerian Pendidikan Pendidikan Dan Kebudayaan  (Kemendikbud)

"Saya juga kaget kenapa SDN Nyalindung bisa dipilih sebagai salah satu sekolah binaan penerapan SPMI ini," ungkap Kepsek yang akrab dipanggil Bu Tintin ini bertanya - tanya.

Kepsek Tintin kemudian mendapat jawaban dari LPMP dengan alasan SDN Nyalindung selama ini sudah memenuhi standar yang diharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam memberi  laporan Depodik kepada kemendikbud mengenai keberadaan siswa dan juga raport mutu sekolah.

"Jadi mungkin berdasarkan kriterium tersebut Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan Kemendikbud merekomendasi SDN Nyalindung menerapkan standar SPMI," ujar Kepsek Tintin yang sudah dua tahun tahun sebagai kepsek di sekolah ini. 

Standarisasi SPMI salah satunya  memberi mutu pendidikan program kerja sekolah khususnya dalam metode Sistim Pembelajar Jarak Jauh (PJJ) yang dilaksanakan secara virtual atau daring dan Luring di SDN Nyalindung

Dalam Penerapan SPMI di SDN Nyalindung langkah  pertama yang dilakukan LPMP membuat pemetaan mengenai persoalan yang dihadapi selama penerapan PJJ tersebut.

Menurut Kepsek Tintin kendala utama penerapan PJJ dengan virtual ini adalah persoalan peralatan gejet atau  handpone android yang dimiliki siswa murid.

Ada tiga persoalan yang terjadi dengan  gejet anak siswa didik SDN Nyalindung.
Pertama, siswa didik memiliki gejet tapi tak ada pulsa. 

Kedua, anak didik memiliki gejet dan memiliki pulsa tapi tidak memiliki jaringan atau sinyal. Ketiga, anak memiliki gejet dan pulsa serta jaringan tapi hpnya  dipakai orangtuanya untuk bekerja.

Ketiga kendala ini sempat membuat Kepsek dan guru kebingungan bagaimana cara mengatasi kendala PJJ yang dihadapi

"Dari hasil maping kendala PJJ tersebut di SDN Nyalindung diproleh pemetaan  hanya 20 porsen bisa mengikuti PJJ secara Virtual dan 80 porsen tidak bisa mengikuti PJJ virtual karena mengalami kendala ketiga kendaka yang disebut diatas," kata Kepsek Tintin.

Tapi, dengan diperperlakukannya SPMI disekolah ini maka ketiga  kendala yang dialami guru dan siswa didik dapat diatasi terobosan baru yaitu pembuatan Clustser PJJ.

Supaya efektif belajar PJJ, LPMP memberi pembekalan bagi siswa didik tidak bisa  ikut PJJ dengan virtual dilakukan pembagian cluster.

Pemberian nama Cluster ini tentu saja kata Kepsek Tintin tidak ada terkaitnya bahwa siswa kena  covid 19 tapi penerapan metode  belajar sistim cluster  dalam standarisasi SPMI. 

Di cluster dibuat  pembagian kelompok PJJ didasari wilayah terdekat dimana satu cluster terdiri dari 5 orang dan dibimbing oleh ketua kelimpok
Cluster bersama sub komite kelas. 

Bersama guru dan orang tua dan anak didik yang langsung secara bersamaan akan belajar PJJ dengan During dibimbing oleh guru kelas langsung 

Kemudian hasil belajar PJJ dengan cluster ini Guru Kelas membuat laporan secara rutin setiap hari dan kepada kepala sekolah sebagai penanggungjawan PJJ bersama LPMP.

Menurut Kepsek Tintin menerapan standarisadi SPMI dalam PJJ  During dilakukan secara rutin oleh LPMP  selama enam bulan mulai  Juni dan Desember 2020.

"Berbagai kendala dalam PJJ akhirnya kami dapat atasi dengan metode cluster ini," ungkap Kepsek Tintin dengan bangga.

Hadirnya SPMI di SDN Nyalindung  ditambahkan Kepsek Tintin sangat penting dalam memberi efektivitas dalam pelaksanaan  BJJ virtual  atau daring sangat baik sekali dan benar teruji dalam menciptakan kualitas mutu pendidikan dalam masa pandemik covid 19 ini.

Penerapan PJJ metode Cluster memberi rasa aman bagi guru dan anak didik karena mengikuti  penerapan protokol kesehatan (prokes) dengan selalu pake masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan.

Kami bersyukur SDN Nyalindung sudah lulus dalam standar SPMI kemudian LPMP telah memberi pengakuan SDN Nyalindung sebagai salah satu sekolah SD yang mempunyai standarisasi program sekolah jaminan mutu nasional dalam dunia pendidikan tingkat  Sekolah Dasar. 

Setelah lulus dari SPMI ini maka SDN Nyilindung kemudian membentuk Tim Penjamin Mutu Pendididikan Sekolah (TPMPS).

" TPMPS terdiri dari semua guru sesuai kelas dan dibimbing  dan diawasi oleh kepsek. Kami terus berdiskusi dengan LPMP untuk lebih mantap menerapkan SPMI khususnya penerapan PJJ  untuk selalu menjaga mutu kelulusan SPMI tersebut," lanjut Kepsek Tintin dengan senyum gemulai.

Sampai sekarang Pihak LPMP yang dipercaya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terus memonitoring penerapan SPMI di SDN Nyalindung dan selanjutnya  TPMPS SDN Nyalindung diberi tugas tambahan dari LPMP  melakukan desiminasi atau  memberi contoh penerapan SPMI  kepada 5 sekolah  yang ada disekitar SDN Nyalindung.

"Kami sudah melakukan desiminasi SPMI di lima sekolah wilayah kerja gugus.
Dalam desiminasi ini TPMPS dalam  sekarang sudah   memasuki tahap sosialisasi tentang SPMI.

"Puji syukur desiminasi berjalan lancar dan baik, kami berharap desiminasi akan diterapkan di lima sekolah SD akan diketok tularkan ilmu dan pengalaman  kepada semua SD yang ada di wilayah Kecamatan Cileungsi," tegas Kepsek Tintin optimis.

Tapi, semua program desiminasi tetap berkordinasi dan mendapat bimbingan dari LPMP, kami tidak boleh berjalan sendiri dan semua harus bisa membangun tim yang kuat dan solid disekolah hingga gugus.

"Tentunya setelah desiminasi ini kami merasa siap mengikuti melaksanakan arahan LPMP bila memang TPMPS dipercaya memberi bimbingan desiminasi ke semua sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Cileungsi tentunya didukung  Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor," jelas Kepsek Tintin dengan lembut.

Dari penerapan SPMI juga penampilan SDN Nyalindung berubah dimana para guru  bertambah bersemangat dan bergelora karena semua unsur sekolah menjadi dream team bersama-sama  menata sekolah menuju kualitas mutu pendidikan, serta memadukan semua rencana kerja sekolah menuju pencapaian 8 strategis sekolah secara integritas dengan melibatkan semua stakeholder sekolah antara kepsek dengan para guru, orangtua, dan anak didik.

SDN Nyalindung untuk mendukung penanggulangan pandemik 19  yang masih terus menerpa Indonesia, Kepsek Tintin melakukan metode kerja dengan Work From Home (WFH) dan Work From Organization (WFO) sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekolah, untuk merealisasikan target ini SDN Nyalindung  membuat wastafel dan selama disekolah patuh menerapkan 3 M mencuci tangan dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Selama pandemik  setiap kelas juga setia guru, anak didik, orangtua dan tamu diminta menjaga kerapian dan kebersihan sekolah.(Alex/**)

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur