31 Juli 2020 | Dilihat: 136 Kali
Refleksi Buron Djoko Tjandra Sepandai-pandai tupai melompat jatuh juga 
noeh21
Lasman Siahaan SH, MH, Ketum IPJI.
 


 oleh :  Editorial Lasman Siahaan,  SH,  MH 

Jakarta. Projustisianews. com - 
Game over, itulah istilah yang memang tempat untuk penakapan buronan Djoko Tjandra. Demikian hasil pemikiran pengamat politik dan hukum Amos Abraham, SH dalam dialog terbatas Forum Ikatan Penulis Dan Jurnalis (IPJI) yang langsung dibawa Lasman Siahaan, SH,  MH. (31/7/2020) dari Caffe Resto Bilangan Kuningan Jakarta. 

"Terbukti, permainan licik yang dilakukan penjat Cassie Bank Bali selama bertahun-tahun tadi malam berakhir sudah artinya sepandai tupai melompat akhirnya terjatuh," ujar Amos lelaki berjenggot lebat ini. 

Seperti di rilis Projustisianews di media ini kemarin, buronan Djoko Tjandra digelandang Mabes Polri melalui Bandara Halim Perdanakusuma pukul 23.00 lewat 15 menit . 

Penangkapan penjahat Cassie Bank Bali langsung di komandani Komjen Lisstyo, orang satu di Kabareskrim  melakukan tugas dengan smoot dan smart lewat kordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia.

Untuk mencokok burunon kakap yang licin bagai belut ini,  Djoko Tjandra buronana berkali - kali lolos dari jeratan sejak Presiden SBY.

"Penjahat kakap ini tidak dapat di uber selalu lolos dari jetatan hukum, " tegas Amos. 

Sebelumnya kata Amos,  Polri memberi hembusan angin kencang rentetan para penjahat kakap perusak perekonomian Indonesia ini. 

"Kita baru saja di kejutkan ocehan pengacara sabun Anita Kolopaking di ILC yang bernyanyi Sangat luar biasa," ujarnya. 

Menurat Advokat Anita penjahat Djoko Tjandra orang merdeka sejak 2001. 

"Saya di telepon Djoko Tjandra dari rumahnya di Jakarta memberitahukan mau urus KTP dan saya bilang sama beliau harus datang sendiri," ungkap Anita yang dikutip Amos lewat ILC itu. 

Sesuatu yang sangat luar biasa, advokat sabun ini dengan merasa bebas padahal sudah ada ketetapan hukum Djoko Tjandra adalah penjahat yang menjadi buronan. 

Jadi kata Amos sangat mengherankan memang  advokat Anita jelas mengetahui dan dia ikut melindungi penjahat kakap Djoko. 

"Saya yakin keterlibatan jaksa yang berkali kali ljumpa bersama Anita dan juga buron Djoko Tjandra di luar negeri," katanya. 

Seharusnya menurut Amos,  jaksa harus peka terhadap putusan hukum itu dan tidak melakukan pembiaran. 

Amos melihat keberadaan kejaksaa tumpul sementara perburuan terhadap buron Djoko Tjandra adalah tupoksi kejaksaan agung.

"Ada apa ini, " tanya Amos yang juga aktif di Forum Federasi NGO ini. 

Amos pasti akan lagi yang terlibat membuat lolosnya buronan Djoko Tjandra. 

Siapa lagi korban ujar Amos setelah keberhasilan Mabes Polri lewat komando Kabateskrim.

Seperti dilansir permainan buron Djoko
menjetat tiga jendera polisi, akibat persengkokolanya telah dicopot jabatan dan menunggu persidangan berikutnya. 

untuk menentukan peran sertanya di lanjutan kasus tersebut salah satu jendral Prasetyo bintang satu ini kini sudah selesai di sidik sebagai mana relis Humas polri.

Sementara Anita juga akan siap dilidanakan termasuk jaksa,lurah.

Publik kata Amos berharap kasus penyelesaian buron Djoko Tjandra belum perlu tindakan lanjutan kepastihan hukum.

Secara kasat mata hal tersebut sudah terang benderang Amos pemerhati MAKI menyoroti masalah ini.

"Saya berharap segera dilakukan penahanan untuk memperjelas perannya, " tuntut Advokat Amos kepada penegak hukum.

Tuntutan yang sama datang dari Joseph Hutabarat SH,  MH, Ketua Peradi Jakarta Barat ini melihat kejadian lolos penjahat kakap Djoko Tjandra menjadi pelajaran berharga.

"Kejadian ini tidak terbatas pada orang orang tersebut , perlu di usut tuntas, demikian pula ungkapan para pegiat antikorupsi, " ujar Joseph yang juga Ketua DPC golkar Jakarta Barat ini.

Dia berharap para koruptor yang lari sejak lama perlu di kejar sampai tuntas sebagai mana pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD.

Ditambahkan Amos yang juga advokat ini, usaha pemburu koruptor merupakan kredit point bagi Pemeritahan Presiden Jokowi. 

"Masyarakat  menunggu tindakan lanjutan menyelesaikan segala hal terkait Djoko Tjandra dan koruptor lain," ungkap Amos dan menyebut tidak peduli siapa yang bertugas.

 "Yang paling penting tertangkap sebagai bukti keseriusan kita memberantas korupsi," demikian Advokat  Amos Abraham,  SH.

Alamat Redaksi/ Tata Usah
Jalan Ceger Raya No. 27  Ceger, Kecamatan  Cipayung Jakarta Timur